Lensa Cerdas Akan Mendeteksi Glaukoma Sebelum Menimbulkan Kebutaan

Lensa Cerdas Akan Mendeteksi Glaukoma Sebelum Menimbulkan Kebutaan,- para peneliti di UC Davis telah membuat softlens yang bisa memeriksa mata Anda untuk memastikan tidak ada masalah dengan mata Anda atau memang segera dibutuhkan pengobatan untuk mata anda.

Lensa cerdas ini menggunakan polimer organik yang dinamakan PDMS (polydimethylsiloxane) yang akan mendeteksi tekanan dari mata dan akan mengirimkan data pemeriksaan ini ke komputer. Pemeriksaan dengan alat ini akan selalu memberikan informasi yang terbaru terutama pada orang yang mempunyai resiko besar terserang glaukoma.

Glaukoma, penyakit yang menyebabkan kerusakan sel pada syaraf penglihatan, menjadi penyebab kebutaan nomor dua terbanyak di dunia. Tidak seperti penyebab nomor satu yaitu katarak, penyakit ini susah sekali disembuhkan. Karena itu semua gejala yang muncul, sangat penting untuk di perhatikan.

Posted by : obatglaukoma.aldotter.com

Mari Berkenalan dengan Glaukoma Si Pembunuh Mata

Mari berkenalan dengan glaukoma si pembunuh mata,- katarak memang penyakit mata yang sering dijumpai, namun selain katarak penyakit mata lainnya seperti glaukoma patut diwaspadai. DR. dr. Ikke Sumantri, SpM (K), Ketua Glaucoma Service JEC, menjelaskan penyakit mata glaukoma lebih membahayakan dibanding katarak karena dapat menyebabkan buta permanen.

Penyakit mata ini terjadi karena saraf mata mengalami peningkatan tekanan bola mata yang disertai gangguan luas. “Secara umum, penyebab utama glaukoma dengan meningkatnya tekanan bola mata di atas 31mmHg,” ujar dr. Ikke saat ditemui di bilangan Menteng.

Tekanan bola mata di atas normal yang yang terus menerus akan merusak saraf penglihatan. Oleh karenannya diperlukan pemeriksaan mata ketika telah berusia 40 tahun ke atas. “Pemeriksaan mata lebih baik satu tahun sekali jika memiliki diabetes, jika umur Anda di bawah 50 tahun cukup lakukan pemeriksaan dua tahun sekali,” tambah dr.ikke.

Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Deteksi dini ialah jalan satu-satunya untuk menghindari kerusakan penglihatan ini. Apalagi jika Anda sudah sadar ada pemicunya yang Anda pengidap seperti diabetes.

Selain itu waspadai pula riwayat glaukoma di dalam keluarga, saudara kandung lebih berisiko dibandingkan orangtua dan anak. Tekanan bola mata tinggi, Miopia (kacamata minus) dan hipermetropia (kacamata plus) yang tinggi, diabetes (kencing manis) dengan gula darah tinggi, hipertensi, migrain atau penyempitan pembuluh darah otak, kecelakaan atau operasi pada mata sebelumnya, menggunakan steroid dalam jangka waktu lama dan terus menerus, serta berusia lebih dari 40 tahun.

Sakit jantung pun merupakan risiko terkena glaukoma karena aliran nutrisi ke mata dapat berkurang. Mereka yang mengidap asma dan menggunakan obat streoid serta penyakit tulang juga terancam terkena penyakit ini.

Bagi anda yang berisiko tinggi dan memiliki faktor risiko seperti yang dijelaskan, disarankan untuk memeriksakan mata secara teratur sejak usia 35 tahun,” ujar dr.ikke lagi.

Posted by : obatglaukoma.aldotter.com

Kenali Gejala Glaukoma Agar Anda Tak Buta Mendadak

Kenali gejala glaukoma agar anda tak buta mendadak,- glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak di dunia setelah katarak. Karena sifatnya permanen atau tidak dapat diperbaiki (irreversible), glaukoma sering disebut sebagai “si pencuri penglihatan”. Biasanya glukoma banyak ditemui di negara yang berkembang seperti indonesia.

Pada penderita glaukoma, tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi sehingga dapat merusak serabut saraf mata yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.

Umumnya glaukoma terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Namun seiring waktu, glaukoma dapat juga menyerang mereka yang masih berusia produktif, bahkan yang sebelumnya tidak memiliki keluhan pada penglihatan. Untuk itu, DR. dr. Ikke Sumantri, SpM (K), Ketua Glaucoma Service JEC, menjelaskan beberapa gejala glaukoma yang patut Anda ketahui agar mendapat penanganan yang tepat dan cepat.

Pertama yang dirasakan pada penderita glaukoma akut antara lain, bila memandang lampu atau sumber cahaya maka timbul warna pelangi di sekitar cahaya tersebut, mata terasa sakit, disertai sakit kepala hingga mual dan muntah. Lalu penglihatan buram mendadak serta berkurangnya luas lapangan penglihatan.

Kepala selalu terasa pusing walaupun sudah diistirahatkan, pusing yang secara berulang menandakan Anda terkena glaukoma, 90 persen terkena glaukoma akut sudah dipastikan mengalami kebutaan,” ujar dr. Ikke saat ditemui di bilangan Menteng, jakarta pusat.

Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma tidak dapat diobati, namun tujuan pengobatan ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata. Secara umum, glaukoma bisa ditangani dengan terapi laser,

Penyakit syaraf memang belum ada obatnya, untuk kasus glaukoma sebaiknya Anda rutin mengikuti terapi laser, sebab bila penanganannya lebih dari tiga hari menyebabkan mata sebelah yang tidak terkena glaukoma akut menjadi terkena juga,” dr.ikke.

Posted by : obatglaukoma.aldotter.com

Menilik lebih dalam tentang glaukoma

Menilik lebih dalam tentang glaukoma,- Meskipun jarang diketahui, hari glaukoma sedunia diperingati pada tanggal 12 Maret. Momen ini dapat kita manfaatkan untuk menilik lebih dalam mengenai glaukoma yang merupakan salah satu penyakit yang menyerang mata. Penyakit ini bahkan dapat merenggut terangnya dunia dari mata.

Apakah glaukoma itu?

glaukoma sebenarnya merupakan istilah umum yang mencakup beberapa penyakit mata yang berbeda dan merusak saraf optik mata. Ini merupakan saraf yang menyalurkan informasi visual dari retina ke otak.

Kerusakan saraf optik dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan dan bahkan kebutaan permanen jika tak diobati. Glaukoma open-angle adalah jenis glaukoma yang paling umum. Glaukoma jenis ini biasanya disebabkan oleh tekanan cairan mata yang menumpuk di ruang anterior mata.

Siapakah yang bisa terserang glaukoma?

Siapapun bisa saja terserang glaukoma, terutama orang-orang yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki riwayat keluarga glaukoma. Tak hanya itu, orang-orang yang mengidap diabetes berisiko tinggi mengalami glaukoma.

bagaimana cara mencegah glaukoma?

Kabar buruknya, hingga kini masih ada belum ada obat untuk mengobati penyakit ini. Untungnya kehilangan penglihatan atau kebutaan karena glaukoma dapat dicegah selama mendapatkan pengobatan dini.

Nah, untuk dapat melakukan diagnosis sejak dini, penting bagi kita untuk melakukan pencegahan sejak dini. Untuk lebih mudahnya, berkit merupakan beberapa tips pencegahan yang bisa kamu lakukan.

Mengurangi silau layar
Bagi kamu yang sering menatap layar komputer sepanjang hari, maka penting bagi kamu untuk menghindari ketegangan mata. Caranya, gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan menatap sejauh 20 kaki selama 20 detik.

Olahraga
Secara umum olahraga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dalam hal ini, aerobik memainkan peranan untuk mengurangi tekanan pada mata. Beberapa latihan tertentu seperti angkat berat dan beberapa posisi yoga diyakini dapat mencegah dan mengobati glaukoma.

Menggunakan kacamata hitam penolak UV
Cara lain dan sederhana yang bisa kamu coba adalah dengan menggunakan kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari paparan sinar Ultraviolet (UV).

Memeriksakan mata secara teratur
pertama yang harus dilakukan adalah dengan mendapatkan pemeriksaan mata secara teratur. Khusus bagi kamu yang berusia di bawah 40 tahun, kamu bisa melakukan pemeriksaan setiap 2-4 tahun sekali. Jika kamu berada di atas usia tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap 1-2 tahun sekali.

Mengonsumsi sayuran hijau
Untuk pencegahan melalui makanan, kamu bisa mengonsumsi sayuran berdaun hijau 1,5 porsi setiap hari. Mengingat obesitas dan diabetes berkontribusi besar dalam memicu glaukoma, maka akan sangat baik jika kamu tetap menjaga berat badan.

Posted by : obatglaukoma.aldotter.com

Pola Makan Sehat Yang Harus Diikuti Pasien Glaukoma

Pola makan sehat yang harus diikuti pasien glaukoma,- Glaukoma merupakan penyakit mata yang terjadi karena saraf mata yang ‘diam’ dan menyebabkan cairan mata tidak bisa mengalir keluar. Secara bertahap penyakit ini mampu menjadi penyebab utama kebutaan. Oleh karena itu glaukoma sering disebut sebagai silent diseases.

Apabila anda atau orang-orang di sekitar Anda menderita glaukoma, diet yang sehat adalah cara yang cerdas agar penyakit ini tidak semakin parah. inilah diet glaukoma yang harus di ketahui para penderitanya.

Penderita glaukoma haruslah mengonsumsi makanan tinggi zat antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan vitamin B kompleks. Nutrisi yang ada di dalamnya mampu melindungi kesehatan mata.

Penderita glaukoma disarankan untuk menghindari kopi. Sebab kandungan kafein yang tinggi di dalamnya mampu meningkatkan tekanan darah yang berujung pada peningkatan intraokular mata.

Wortel dan sayuran hijau sangat membantu untuk menurunkan risiko glaukoma hingga hampir 60 %.

Sebuah penelitian kesehatan menemukan bahwa minum teh hijau dapat menurunkan Anda dari risiko penyakit ini. Sebab kandungan antioksidan di dalamnya mampu menyehatkan mata anda.

Selain mengikuti pola makan tersebut, penderita glaukoma harus mengurangi stres. Karena stres hanya akan memperburuk tekanan pada mata.

Posted by : obatglaukoma.aldotter.com